KONSEP-KONSEP EKOLOGI
Dosen Pengampu
Wawan Suprianto M.pd
Oleh
Nama:FITRI HAMZA
Kelas:B
Npm :03301511060
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan Dan ilmu Pendidikan
Universitas Khairun
2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Masalah..............................................................................................................1
B.Rumusan
Masalah........................................................................................................................2
C.Tujuan
Masalah............................................................................................................................3
BAB 2 PEMBAHASAN
A.Sejarah
Ekologi............................................................................................................................1
B.Pengertian
Ekologi.......................................................................................................................2
C.Hubungan
Ekologi Dengan ilmu-ilmu lain..................................................................................3
D.Pembagian
Ekologi......................................................................................................................4
E.Ruang Lingkup
Ekologi...............................................................................................................5
BAB 3 PENUTUP
A.Kesimpulan..................................................................................................................................1
B.Saran.............................................................................................................................................2
Daftar Pustaka
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
tuhan yang maha esa,rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan tugas
makalah inib dalam bidang studi yang berjudul
KONSEP-KONSEP EKOLOGI
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih banyak kelemahan
dalamm penyajian materi. Makalah dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
bersifat membangun demi kesempurnaan makalah.muda-mudahan dapat bermanfaat bagi pembaca
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Manusia pada
hakikatnya adalah murid-murid alam atau lingkungan, karena alam dan lingkungan
mengajari mereka banyak hal.Kehidupan sebagai dinamika yang mengandung
pergeseran dan perubahan secara terus-menerus.Oleh karena itu setiap manusia
harus mampu menyesuaikan dirinya dengan alam dan lingkungannya, serta sesama
makhluk hidup yang merupakan bagian dari alam.Dalam hal ini alam bagi manusia
adalah segala-galanya, bukan hanya sebagai tempat lahir, hidup, berkembang,
maupun mati.Akan tetapi juga mempunyai makna filosofis tersendiri.Alam adalah
guru bagi makhluk yang hidup di dalamnya. Dia dapat mempelajari apa saja yang
ada di sekelilingnya. Oleh karena itu lingkungan merupakan laboratorium alam
yang sangat baik dan lengkap, namun belum banyak yang menyadari dan
memanfaatkannya.
Semakin
hari, semakin dirasakan oleh manusia untuk harus mengenal lingkungannya,
apalagi perkembangan IPTEK yang begitu pesat, pola penduduk dunia yang berubah,
begitu pula berkembangnya kekuatan manusia yang mengubah lingkungan.Dengan
merenungkan munculnya masalah-masalah pembangunan yang mengabaikan
prinsip-prinsip ekologi yang mendapatkan keuntungan jangka pendek guna memenuhi
kebutuhan manusia itu sendiri yang semakin hari semakin banyak, telah
menyebabkan peranan ekologi semakin menonjol.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian Ekologi?
2. Bagaimana
hubungan ekologi dengan ilmu lain?
3. Apa saja
ruang lingkup ekologi?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk
mengetahui ekologi
2. Untuk
mengetahui hubungan ekologi dengan ilmu lain
3. Untuk
mengetahui ruang lingkup ekologi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Ekologi
Dalam
pandangan historis, ekologi tidak begitu jelas.Ini disebabkan karena
perkembangannya yang berangsur-angsur. Catatan Hipocratus, Aristoteles, dan
filosof lainnya, merupakan naskah kuno yang berisi rujukan tentang
masalah-masalah ekologi, meskipun tidak menggunakan nama ekologi. Baru pada
abad ke-16 dan 17 ayang timbul dari natural history yang kemudian berkembang
menjadi satu ilmu yang sistematik, analitik, dan obyektif mengenai hubungan
organisme dan lingkungan yaitu EKOLOGI. Nama tersebut baru dikemukakan oleh
seorang ahli biologi Jerman yang bernama Earns Haeckel (1834-1919) pada tahun
1860.
Sebelum itu,
banyak orang besar dari kebangunan biologi abad ke-18 telah menyumbang kepada
pokok persoalannya walaupun etiket “ekologi” tidak digunakan. Misalnya: Anton
van Leeuwenhoek, yang lebih dikenal sebagai ahli mikroskop perintis dari awal
tahun 1700 juga mempelopori pengkajian “rantai-rantai makanan” dan “pengaturan
populasi”, dua bidang penting dalam ekologi mutakhir.
Sekitar
tahun 1900, ekologi diakui sebagai suatu disiplin ilmu dan berkembang terus
dengan cepat.Apalagi saat dunia sangat peka terhadap masalah lingkungan dalam
mengadakan dan memelihara mutu manusia.Ekologi merupakan cabang ilmu yang
mendasarinya dan selalu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
B. Pengertian Ekologi
Ekologi berasal dari bahasa Yunani “Oikos” yang
berarti rumah atau tempat hidup, dan “logos” yang berarti ilmu.Secara harfiyah
Ekologi adalah pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme
terhadap lingkungannya.Ekologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hubungan
antara organisme dan lingkungannya.Atau ilmu yang mempelajari pengaruh faktor
lingkungan terhadap jasad hidup.Ada juga yang mngatakan bahwa ekologi adalah
suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang, dan
manusia dengan lingkungannya di mana mereka hidup, bagaimana kehidupannya, dan
mengapa berada di tempat tersebut.
Ekologi merupakan salah satu cabang Biologi
yang hanya mempelajari apa yang ada dan apa yang terjadi di alam dengan tidak
melakukan percobaan. Tetapi biasanya ekologi didevinisikan sebagi pengkajian
hubungan organisme-organisme atau kelompok-kelompok organisme terhadap
lingkungannya, atau ilmu hubungan timbal-balik antara organisme-organisme hidup
dan lingkungannya.Sebab ekologi memperhatikan terutama biologi
“golongan-golongan” organisme dan dengan proses-proses fungsional di daratan
dan air adalah lebih tetap berhubungan dengan upaya mutakhir untuk
mendevinisikan ekologi sebagai pengkajian struktur dan fungsi alam, telah
dipahami bahwa manusia merupakan bagian dari pada alam.Menurut Odum (1971)
ekologi mutakhir adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi
ekosistem atau alam di mana manusia adalah bagian dari alam.Struktur di sini
menunjukan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu
termasuk kerapatan atau kepadatan, biomas, penyebaran potensi unsur-unsur hara
(materi), energi, faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan sistem
tersebut.Sedangkan fungsinya menggambarkan sebab-akibat yang terjadi dalam
sistem.Jadi pokok utama ekologi adalah mencari pengertian bagaimana fungsi
organisme di alam.
Jelaslah bahwa ekologi adalah ilmu
yang mempelajari makhluk hidup dalam rumah tangganya atau ilmu yang mempelajari
seluruh pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup sesamanya dan dengan
komponen di sekitarnya. Dengan demikian seorang ahli ekologi juga menaruh minat
kepada manusia, sebab manusia merupakan spesies lain (makhluk hidup) dalam
kehidupan di biosfer (tempat hidup) secara keseluruhan. Selanjutnya dengan
adanya gerakan kesadaran lingkungan di negara maju sejak tahun 1968 sedangkan
di Indonesia sejak tahun 1972, di mana setiap orang mulai memikirkan masalah
pencemaran, daerah-daerah alami, hutan, perkembangan penduduk, masalah makanan,
penggunaan energi, kenaikan suhu bumi karena efek rumah kaca atau pemanasan
global, ozon berlubang dan lainnya telah memberikan efek yang mendalam atas
teori ekologi. Ekologi merupakan disiplin baru dari Biologi yang merupakan mata
rantai fisik dan proses biologi serta bentuk-bentuk yang menjembatani antara
ilmu alam dan ilmu sosial.
C. Hubungan Ekologi dengan Ilmu-ilmu lain
Ekologi
mempunyai perkembangan yang berangsur-angsur.Dari perkembangan itu semakin
terlihat bahwa ekologi mempunyai hubungan dengan hampir ilmu-ilmu lainnya. Guna
memahami ruang lingkup dan sangkut-pautnya ekologi, persoalannya harus
dipandang dalam hubungannya dengan ilmu-ilmu lain. Untuk mengerti hubungan
antara organisme dan lingkungan, semua bidang ilmu yang menerangkan tentang
komponen-komponen makhluk hidup dan lingkungan itu sangat diperlukan. Jika
berbicara mengenai pencemaran hutan, perkembangan penduduk, masalah makanan,
penggunaan energi, kenaikan suhu bumi karena efek dari rumah kaca atau
pemenasan global, ozon berlubang dan lainnya, ini berarti juga harus berbicara
mengenai ilmu kimia, fisika, pertanian, kehutanan, ilmu gizi, klimatologi, dan
lainnya. Boleh dikatakan bahwa semakin hari semakin terasa hubungan ekologi
dengan hampir semua bidang ilmu yang ada.Semakin terasa bahwa semua orang harus
memahami ekologi.
Dalam
ekologi, istilah populasi dinyatakan sebagai golongan individu-individu dari
setiap spesies organisme.Sedangkan komunitas adalah semua populasi-populasi
yang menduduki daerah tertentu.Komunitas dan lingkungan yang tidak hidup
berfungsi bersama sebagai sistem ekologi atau ekosistem.Penting untuk diketahui
bahwa tidak ada garis pemisah yang jelas ditunjukanpada spektrum yang dimaksud.
Interaksi dengan lingkungan fisik (energi dan mineral) pada setiap tingkat menghasilkan sistem-sistem fungsional yang khas. Di mana sistem tersebut mempunyai tujuan dan merupakan gabungan dari berbagai komponen yang secara teratur berinteraksi satu sama lain dan saling ketergantungan serta membentuk satu kesatuan secara keseluruhan.
Interaksi dengan lingkungan fisik (energi dan mineral) pada setiap tingkat menghasilkan sistem-sistem fungsional yang khas. Di mana sistem tersebut mempunyai tujuan dan merupakan gabungan dari berbagai komponen yang secara teratur berinteraksi satu sama lain dan saling ketergantungan serta membentuk satu kesatuan secara keseluruhan.
Agar mudah
dimengerti hubungan organisme dan lingkungannya, semua bidang ilmu yang dapat
menerangkan setiap makhluk hidup dan lingkungan sangat diperlukan.Penyebaran,
adaptasi dan aspek-aspek fungsi organisme dan komunitas banyak dipelajari dalam
ekologi dan erat hubungannya dengan ilmu-ilmu biologi lainnya seperti
taksonomi, morfologi, fisiologi, genetika.Sedangkan klimatologi, ilmu tanah,
geologi, dan fisika memberikan informasi mengenai keadaan lingkungan.Jadi
pengetahuan dan biologi sangat diperlukan bagi seorang ahli ekologi untuk dapat
mengungkapkan hubungan antara lingkungan dan dunia kehidupan.
D.
Pembagian Ekologi
Ekologi
dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Autekologi:
membahas pengkajian individu organisme atau spesies. Sejarah-sejarah hidup dan
prilaku sebagai cara-cara penyesuaian diri terhadap lingkungan biasanya
mendapatkan penekanan. Pembahasan melaiputi aspek siklus hidup,adaptasi,sifat
parasitik,non-parasitik,dan lain-lain.
2. Sinekologi:
membahas pengkajian golongan atau kumpulan organisme-organisme yang berasosiasi
bersama sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah
tertentu. Bila diadakan suatu studi mengenai hubungan suatu jenis pohon
terhadap lingkungan, pengkajian itu akan bersifat autekologi. Apabila studi itu
memperhatikan atau mengenai hutan di mana jenis pohon itu tumbuh, pendekatannya
bersifat sinekologi.
Pembagian
ekologi seperti ini sangat berguna dalam penelitian. Seseorang yang akan
melakukan penelitian dapat memusatkan diri pada proses-proses, tingkat-tingkat,
lingkungan-lingkungan, organisme-organisme, atau masalah-masalah dan membuat
sumbangan-sumbangan yang bernilai terhadap keseluruhan mengenai biologi
lingkungan.
E. Ruang Lingkup Ekologi
Ruang lingkup ekologi meliputi populasi,
komunitas, ekosistem, hingga biosfer.
1. Populasi
Populasi adalah kelompok individu-individu yang
memiliki kesamaan genetik,dan berada bersama-sama dalam tempat dan waktu yang sama. Secara umum, apabila
kita bicara populasi,maka yang kita maksudkan adalah anggota-anggota dari
spesies yang sama,yang satu sama lain berdekatan. Antara populasi yang satu
dengan populasi lain selalu terjadi interaksi baik secara langsung maupun tidak
langsung dalam komunitasnya. Contoh interaksi antarpopulasi adalah sebagai
berikut.
a. Alelopati
Merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi
yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain.
Contohnya, di sekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena
tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah
alelopati dikenal sebagai anabiosa.Contoh, jamur Penicillium sp. dapat
menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.
b. Kompetisi
Merupakan interaksi antarpopulasi, bila
antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk
mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh, persaingan antara populasi kambing
dengan populasi sapi di padang rumput.
2. Komunitas
Komunitas
adalah kelompok populasi yang berada bersama-sama dalam tempat dan waktu
tertentu.Tingkatannya tergantung pada skala yang kita tetapkan. Kita dapat
menggunakan komunitas untuk menunjukkan
semua benda yang hidup di dalam suatu ekosistem ,atau kita dapat
membatasi perhatian kita hanya pada komunitas burung,atau komunitas tanaman dan
sebagainya.
Cara yang paling baik untuk
menamakan komunitas itu adalah dengan mengambil beberapa sifat yang jelas dan
mantap, baik hidup maupun tidak. Ringkasannya pemberian nama komunitas dapat
berdasarkan :
a. Bentuk atau struktur utama seperti
jenis dominan, bentuk hidup atau indikator lainnya seperti hutan pinus, hutan
agathis, hutan jati, atau hutan Dipterocarphaceae, dapat juga berdasarkan sifat
tumbuhan dominan seperti hutan sklerofil.
b. Berdasarkan habitat fisik dari
komunitas, seperti komunitas hamparan lumpur, komunitas pantai pasir, komunitas
lautan,dan lain-lain.
c. Berdasarkan sifat-sifat atau
tanda-tanda fungsional misalnya tipe metabolisme komunitas.Berdasarkan sifat
lingkungan alam seperti iklim, misalnya terdapat di daerah tropik dengan curah
hujan yang terbagi rata sepanjang tahun, maka disebut hutan hujan tropik.
Macam-macam Komunitas. Di alam
terdapat bermacam-macam komunitas yang secara garis besar dapat dibagi dalam
dua bagian yaitu :
a. Komunitas akuatik, komunitas ini
misalnya yang terdapat di laut, di danau, di sungai, di parit atau di kolam.
b. Komunitas
terrestrial, yaitu kelompok organisme yang terdapat di pekarangan, di hutan, di
padang rumput, di padang pasir, dll.
Suksesidapatdibagimenjadiduayaitu :
a. Suksesi primer yaitu bila ekosistem
mengalami gangguan yang berat sekali, sehingga komunitas awal (yang ada)
menjadi hilang atau rusak total, menyebabkan ditempat tersebut tidak ada lagi
yang tertinggal dan akhirnya terjadilah habitat baru.
b. Suksesi
sekunder yaitu prosesnya sama dengan yang terjadi pada suksesi primer,
perbedaannya adalah pada keadaan kerusakan ekosistem atau kondisi awal pada
habitatnya. Ekologi tersebut mengalami gangguan, akan tetapi tidak total, masih
ada komunitas yang tersisa.
Dalamkomunitas,
semuaorganisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling
berhubungan melalui keragaman interaksinya.Interaksi antarkomponen ekologi
dapat merupakan interaksi antarorganisme, antarpopulasi, dan antarkomunitas.
a. Interaksiantarorganisme
Semua makhluk hidup selalu
bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu
berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu
dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi
demikian banyak kita lihat di sekitar kita.Interaksi antar organisme dalam
komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat.
Interaksiantarorganismedapatdikategorikansebagaiberikut:
1)
Netraladalahhubungantidak
saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak
menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral. Contohnya
:antaracapungdansapi.
2)
Predasiadalahhubunganantara
mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa,
predator tak dapat hidup.Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol
populasi mangsa.Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitukijang,
rusa,danburunghantudengantikus.
3)
Parasitismeadalahhubunganantarorganisme
yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme hidup pada organisme lain dan
mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.
Contoh : Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata
dengan sapi, dan benalu dengan pohon inang.
4)
Komensalismeadalahmerupakanhubunganantara
dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi
sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak
dirugikan. Contohnyanggrekdenganpohon yang ditumpanginya.
5)
Mutualismeadalahhubunganantara
dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
Contoh, bakteri Rhizobium yang
hiduppadabintilakarkacang-kacangan.
b. InteraksiAntarpopulasi
Antara populasi yang satu dengan
populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung
dalam komunitasnya.Contoh interaksi antarpopulasi adalah sebagai berikut.
Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan
zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon
walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini
menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati
dikenal sebagai anabiosa.Contoh, jamur Penicillium
sp. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan
bakteri tertentu. Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila
antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk
mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh, persaingan antara populasi
kambingdenganpopulasisapi di padangrumput.
c.
InteraksiAntarKomunitas
Komunitas adalah kumpulan populasi
yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi. Contoh
komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai.Komunitas sawah disusun oleh
bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan
gulma.Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton,
dan dekomposer.Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi dalam bentuk
peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran organisme hidup dari
kedua komunitas tersebut.Interaksi antarkomunitas cukup komplek karena tidak
hanya melibatkan organisme, tapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi
antarkomunitas dapat kita amati, misalnya pada daur karbon. Daur karbon
melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat.
d. InteraksiAntarkomponenBiotikdengan
Abiotik
Interaksi antara
komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem.Hubunganantara organisme
dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem
itu.Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau
tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi.
Dengan
adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan
keseimbangannya.Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan
ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan
mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan
baru.
3.
Ekosistem
Ekosistemadalahhubungantimbal balik antara unsur-unsur hayati dengan
nonhayati yang membentuk sistem ekologi atau tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup
organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling
mempengaruhi dan berinteraksi. Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu
peranan, ada yang berperan sebagai produsen, konsumen ataupun dekomposer..Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan
memiliki penyusun yang beragam.Suatuekosistemberdasarkansusunan dan fungsinya
tersusun dari beberapa komponen sebagai berikut :
1)
Komponenautotrof
Autotrofberasaldari kata Auto yang berarti sendiri,
dan trophikos yang berarti “menyediakan makan” pengertian dari Autotrof
adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa
bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia.
Komponen autotrofberfungsisebagaiprodusen, contohnyatumbuh-tumbuhanhijau.
2)
Komponenheterotrof
Heterotrof berasal dari kata “Heteros” yang
berarti berbeda, dan trophikos yang berarti makanan).Pengertian dari
Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai
makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong
heterotrofadalahmanusia, hewan, jamur, danmikroba.
3)
Bahantakhidup
(abiotik)
Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang
terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari.Bahan tak hidup merupakan medium
atau substrat tempatberlangsungnyakehidupan, ataulingkungantempathidup.
4) Pengurai
(dekomposer)
Pengertian dari Pengurai adalah organisme heterotrof
yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik
kompleks).Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan
melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh
produsen.Termasukpenguraiiniadalahbakteridanjamur.
a.
Macam-macamEkosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi
ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas
ekosistem air tawardanekosistem air Laut.
1)
Ekosistemdarat
Ekosistem
darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.Berdasarkan letak
geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakanmenjadibeberapabioma,
yaitusebagaiberikut.
·
Biomagurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di
daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang
rumput.Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25
cm/tahun). Suhu slang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga
tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan
suhu antara siang dan malam sangat besar.Tumbuhan semusim yang terdapat di
gurun berukuran kecil.Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun
berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar
panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun
antara lainrodentia, ular, kadal, katak, dankalajengking.
·
Biomapadangrumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari
daerah tropik ke subtropik.Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30
cm per tahun dan hujan turun tidak teratur.Porositas (peresapan air) tinggi dan
drainase (aliran air) cepat.Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna
(herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara
lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru,
serangga, tikusdanular.
·
BiomaHutanBasah
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan
subtropik.
Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun.Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya.Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi).Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme).Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari.Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C.Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babihutan, harimau, danburunghantu.
Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun.Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya.Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi).Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme).Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari.Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C.Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babihutan, harimau, danburunghantu.
·
Biomahutangugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang,
Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun.Terdapat di daerah yang
mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10
s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah,
bajing, burungpelatuk, danrakoon (sebangsaluwak).
·
Bioma taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi
sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik.Ciri-cirinya adalah suhu di musim
dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies
seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit
sekali.Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burungyang
bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
·
Bioma tundra
Bioma tundra terdapat di belahan
bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak
gunung tinggi.Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan
yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang
pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan
yang dingin. Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang
datang pada musim panas, semuanya berdarah panas.Hewan yang menetap memiliki
rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub,
daninsektaterutamanyamukdanlalathitam.
2)
Ekosistem
Air Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara
lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh
iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan
lainnya tumbuhan biji.Hampir semua filum hewan terdapat dalam air
tawar.Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.Adaptasi
organisme air tawar adalah sebagai berikut.
Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar
biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan
alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri.
Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar
jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air,
tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh
nekton.Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang
kuat.Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan,
dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk
memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan
pencernaan.
Habitat air tawar merupakan
perantara habitat laut dan habitat darat.Penggolongan organisme dalam air
dapatberdasarkanaliranenergidankebiasaanhidup.
3)
Ekosistem
air laut
Ekosistem air
lautdibedakanataslautan, pantai, estuari, danterumbukarang.
·
Laut
Habitat
laut (oseanik) ditandaioleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI-
mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan
penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C.Perbedaan suhu bagian
atas dan bawah tinggi.Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan
air yang dingin di bagianbawahdisebutdaerahtermoklin.
Di
daerahdingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah
permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan.Gerakan air dari
pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya,
sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk.Habitat
laut dapat dibedakan berdasarkankedalamannyadanwilayahpermukaannyasecara
horizontal.
Menurutkedalamannya,
ekosistem air lautdibagisebagaiberikut.
·
Litoralmerupakandaerah
yang berbatasandengandarat.
·
Neretikmerupakandaerah
yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampaibagiandasardalamnya ± 300
meter.
·
Batialmerupakandaerah
yang dalamnyaberkisarantara 200-2500 m.
·
Abisalmerupakandaerah
yang lebih jauh danlebihdalamdaripantai (1.500-10.000 m).
Menurutwilayahpermukaannyasecara horizontal, berturut-turut dari tepi
laut semakinketengah, lautdibedakansebagaiberikut.
·
Epipelagikmerupakandaerahantara
permukaan dengankedalaman air sekitar 200 m.
·
Mesopelagikmerupakandaerahdibawah
epipelagik dengan kedalam an 200-1000 m. Hewannyamisalnyaikanhiu.
·
Batiopelagikmerupakandaerahlereng
benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di
daerahinimisalnyagurita.
·
Abisalpelagikmerupakandaerahdengan
kedalaman mencapai 4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih
ada.Sinarmataharitidakmampumenembusdaerahini.
·
Hadalpelagikmerupakanbagian
laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya
terdapat lele laut dan ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai
produsen di tempat ini adalahbakteri yang bersimbiosisdengankarangtertentu.
Di laut, hewandantumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel
yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi
beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran
air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang
berlebihandiekskresikanmelaluiinsangsecaraaktif.
4)
Ekosistempantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan
daerah pasang surut.Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang
surut laut.Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga
dapat melekat erat di substrat keras.Daerah paling atas pantai hanya terendam
saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang,
moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah tengah
pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah.Daerah ini dihuni oleh
ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora,
kepiting, landaklaut, bintanglaut, danikan-ikankecil.Daerah
pantaiterdalamterendamsaat air pasang maupun surut.Daerah ini dihuni oleh
beragamanvertebratadanikansertarumputlaut.
4.
Biosfer
Biosfer
adalah ekosistem globaljumlah seluruh ekosistem planet, atau seluruh makhluk
hidup dan tempatnya hidup.Biosfer merupakan tingkatan yang paling kompleks
dalam ekologi. Biosfer meliputi atmosfer hingga ketinggian beberapa kilometer,
daratan sampai ke dan termasuk bebatuan
yang mengandung air yang berada paling tidak 1500 meter di bawah tanah, danau
dan aliran sungai, gua, dan lautan hingga kedalaman beberapa kilometer.
Penentu
penting persebaran organisme dalam biosfermeliputiiklimdanfactorabiotiklainnya.
Faktorabiotikutama
:
a.
Suhu
Suhu lingkungan merupakan faktor
penting dalam persebaran organisme karena pengaruhnya pada proses bilogis dan
ketidakmampuan sebagaian besar organisme untuk mengatur suhu tubuhnya secara
tepat. Sel bisa pecah jika air yang terdapat di dalamnya membeku pada suhu di
bawah 0o C, dan protein pada sebagian besar organisme akan mengalami
denaturasi pada suhu di atas 45o C. Selain itu jumlah organisme
dapat mempertahankan suatu metabolisme yang cukup aktif pada suhu yang sangat
rendah atau pada suhu yang sangat tinggi. Adaptasi yang luar biasa memungkinkan
beberapa organisme hidup di luar di dalam suhu tersebut.
b.
Air
Sifat-sifat
air yang unik berpengaruh pada organisme dan lingkungannya.Air sangat penting
bagi kehidupan tetapi ketersediaannya bervariasi secara dramatis di berbagai
habitat.Organisme air tawar dan air laut hidup terendam di dalam suatu
lingkungan akuatik, tetapi organisme tersebut menghadapi permasalahan
keseimbangan air jika tekanan osmosis intraselulernya tidak sesuai dengan tekanan
osmosis air disekitarnya.Organisme di lingkungan darat mengahdapi ancaman
kekeringan yang hampir konstan dan evolusinya dibentuk oleh kebutuhannya untuk
mendapatkan danmenyimpan air dalamjumlah yang mencukupi.
c.
CahayaMatahari
Matahari memberikan energi yang
menggerakkan hampir seluruh ekosistem meskipun hanya tumbuhan dan organisme
fotosintetik lain yang menggunakan sumber energi secara langsung. Dalam
lingkungan akuatik, intensitas dan kualitas cahaya membatasi persebaran
organisme fotosintetik akan tetapi organisme fotosintetik itu sendiri menyerap
banyak cahaya yang menembus air yang selanjutnya akan mengurangi intensitas dan
kualitas cahaya pada air di bawahnya.
d.
Angin
Anginmemperkuatpengaruhsuhu
lingkungan pada organism dengan cara meningkatkan hilangnya panas melalui
penguapan (evaporasi) dan konveksi. Angin juga menyebabkan hilangnya air di
organism dengan cara meningkatkan laju penguapan pada hewan dan laju transpirasi
pada tumbuhan. Selain itu, angin dapat menyebabkan pengaruh yang sangat
mendasar pada bentuk pertumbuhan tumbuhan., yaitu dengan cara menghambat
pertumbuhan anggota tubuh pohon yang terdapat pada sisi arah tiupan angin,
anggota tubuh pohon yang berada pada arah yang berlawanan dengan arah tiupan
angin akan tumbuh secara normal, yang menghasilkansuatupenampakan
“lambaianbendera”.
e.
Batudan
Tanah
Penyebab timbulnya pola
pengelompokan pada area tertentu yang acak pada ekosistem terrestrial adalah
struktur fisik, pH dan komposisi mineral batuan serta tanah yang akan membatasi
persebaran tumbuhan dan hewan yang memakannya. Pada aliran sungai, komposisi
substrat dapat mempengaruhi factor kimiawi dalam air, yang selanjutnya akan
mempengaruhi tumbuhan dan hewan penghuni ekosistem akuatik. Pada lingkungan laut
struktur substrat dalam zona pasang-surut dan dasar laut menentukan jenis
organisme yang dapat menempelataumeliangdalam habitat sepertiitu.
f.
GangguanPeriodik
Gangguan yang
sangat merusak seperti kebakaran, badai, tornado dan letusan gunung merapi
dapat menghancurkan komunitas biologis. Setelah adanya gangguan yang merusak,
daerah akan dikolonisasi ulang oleh organisme yang selamat dari bencana, akan
tetapi struktur komunitas akan mengalami suatu suksesi perubahan selama proses
pemulihan. Beberapa gangguan, seperti letusan gunung berapi merupakan gangguan
yang jarang terjadi dan tidak dapat diprediksi menurut dan ruang, sehingga
organism tidak memiliki adaptasi evolusioner untuk menghadapinya.Sebaliknya
gangguan seperti kebakaran meskipun dalam jangka pendek tidak dapat diprediksi,
tetapi kejadian berulang sering terjadi pada beberapa komunitas, dan banyak
tumbuhan telah beradaptasi terhadap gangguan periodic seperti ini.Pada kenyataannya
beberapa komunitas sesungguhnya bergantung pada kebakaran yang
terjadisecaraperiodik untukmempertahankanhidupnya.
g.
Iklim
Faktor abiotik yang baru dijelaskan
memiliki pengaruh langsung pada biologi organisme. 4 faktor pertama-suhu, air,
cahaya, dan angin-merupakan komponen utama iklim (climate) yaitu kondisi cuaca
yang dominan pada suatu lokasi, kita dapat melihat dampak besar iklim pada
persebaran organisme dengan cara membuat suatu klimograf, yaitu suatu plot suhu
dan curah hujan dalam suatu daerah tertentu, yang sering kali diberikan dalam
bentuk rata-rata tahunan.
Rata-rata tahunan untuk suhu dan
curah hujan sangat berkorelasi dengan bioma yanng ditemukan di wilayah yang
berbeda-beda.Akan tetapi, kita harus selalu berhati-hati untuk membedakan
antara korelasi antara variabel-variabel dengan kausal, yaitu suatu hubungan
sebab akibat.
F. AplikasiEkologi
Manusia sebagai satu bagian dari
alam merupakan bagian utama dari lingkungan yang kompleks. Kegiatan-kegiatan
seperti perkembangan penduduk, industri pembangunan jalan-jalan dan hutan,
pemakaian insektisida, penggunaan unsur-unsur radio aktif, pembuatan bandara,
perumahan, dan sebagainya merupakan contoh yang dapat mempercepat proses
perubahan lingkungan dari bumi ini. Manusia dengan kelebihannya yang mempunyai
akal dan pikiran dalam kemajuan teknologi ini merasa makhluk yang paling
berkuasa di alam ini.Penemuan-penemuan yang pada mulanya bertujuan untuk
kesejahteraan manusia dapat menjadi bomerang terhadap hidupnya bila
prinsip-prinsip ekologi diabaikan.
Untuk hidup dan hidup berkelanjutan
bagi manusia harus belajar memahami lingkungannya dan pandai mengatur
sumber-sumber daya alam dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan demi
pengamanan dan kelestarian. Seorang ahli ekologi harus dapat melihat jauh ke
depan, dalam jangka panjangan yang lebih bersifat pengamanan dan pemeliharaan
untuk dapat hidup dengan baik dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Asas-asas ekologi dalam kenyataan
dewasa ini banyak dipakai untuk menganalisis lingkungan hidup manusia,
pertambahan penduduk, peningkatan produksi makanan, penghijauan, erosi, banjir,
pelestarian plasma nutfah, dan hewana-hewan langka, koleksi buah-buahan langka,
pencemaran (polusi), dan lain sebagainya.Pada dasarnya masalah lingkungan itu
timbul karena kegiatan manusia sendiri yang tidak mengindahkan atau tidak
mengerti prinsip-prinsip ekologi.
Ada 14 asas dalam ekologi yang
merupakan satu kesatuan antara yang satu dengan yang lain. Yaitu:
1. Energidapatdiubahdari bentuk satu ke
bentuk lainnya, tetapitidakdapathilang, dihancurkanataudiciptakan.
2.
Semua proses
pengubahanenergytidakcermat.
3.
Materi,
energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman adalah kategori sumber alam.
4.
Mengenaikejenuhandanketidakjenuhan.
5.
Peningkatanpengadaansuatusumber
alam mungkin dapat merangsang penggunaan sumber alam tersebut.
6.
Keturunan
(genotif) dengandaya pembiakan tertinggi akan sering dijumpai pada generasi
berikutnya.
7.
Keanekaragaman
yang kekallebihtinggipadalingkungan yang stabil.
8.
Tingkat
makananatautaksonmenjadi jenuh oleh keanekaragaman dengan kecepatan yang
ditentukan oleh sifat mic, diferensiasi.
9.
Keanekaragamansebandingdenganbiomassa/produktivitas.
10. Biomassa/produktivitasmeningkatdalamlingkungan
yang stabil.
11. Sistem yang
mantab (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum dewasa.
12. Kesempurnaanadaptasisetiap
habitat/sifat bergantung kepada kepentingan relatifnya dalam suatu lingkungan
tertentu.
13. Lingkunganfisik
yang stabil memungkinkan keanekaragaman biologi berlaku dalam ekosistem mantap
yang kemudian menggalakkan stabilitas populasi lebih jauh lagi.
14. Derajatpolaketeraturanfluktuasi
populasi bergantung kepada pengaruh sejarah populasi itu sebelumnya.
BAB II
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Ekologiadalahilmu
yang mempelajari tentang hubungan
timbalbalikantaramakhlukhidupdenganlingkungannya.
2. Ekologiadalahbagiankecil
dari biologi. Ilmu biologi murni dapat dibagi dua, yaitu pembagian berdasarkan
“lapisanvertikal” danpembagianberdasarkan “taksonomi”
3. Makhlukhidupatauorganisme
memiliki tingkat organisasi yang berkisar dari tingkat paling sederhana ke
tingkat organisasi yang paling kompleks.Tingkatan organisme dalam ekologi
adalah protoplasma, sel, jaringan, organ , sistem organ, organism, populasi, komunitas,
danekosistem.
4. Ekologimasakinimenjadi
semakin luas cakupannya, namun ekologi dapat dikelompokkan berdasarkan bidang
kajiannya, yaitu autekologi, sinekologi, berdasarkanhabitatnya,
danberdasarkantaksonomi.
5. Suatuorganismetidakdapat
hidup sendiri. Untuk kelangsungan hidupnya suatu organisme akan sangat
bergatung pada organisme lain dan berbagai komponenlingkungan yang ada di
sekitarnya.
6.
Ekologimemiliki
14 asas yang merupakan satu kesatuan antara asas yang satudenganasas yang lain.
B. Saran
Dalamsuatukehidupan, suatu organisme
tidak dapat hidup sendiri. Untuk kelangsungan hidupnya suatu organisme akan
sangat bergatung padaorganisme lain danberbagaikomponenlingkungan yang ada di
sekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA
DjamalIrwa,Zoer’aini.2003.Prinsip-PrinsipEkologidanOrganisasiEkosistemKomunitasdanLingkungan.Jakarta: BumiAksara.
Heddy, Suwasono, dkk. 1986. PengantarEkologi. Jakarta: Rajawali.
Mc. Noughton, S.J., Larry L. Wolf. 1990.EkologiUmum. Yogyakarta: Gajah Mada University.
Soemarmoto, Otto. 1972. Ekologi,
LingkunganHidupdan Pembangunan. Jakarta :Djambatan
id.wikipedia.org
id.scribd.com