KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT EKOSISTEM
Dosen Pengampu
Wawan Suprianto M.pd
Oleh
FITRI HAMZA
III /
B
Npm :03301511060
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan Dan ilmu Pendidikan
Universitas Khairun
2016
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.Ltar
Belakang.................................................................................................................1
B.Rumus
Masalah..............................................................................................................2
C.Tujuan
Penulisan............................................................................................................3
BAB 2 PEMBAHASAN
A.Penegertian
ekosistem.....................................................................................................1
B.Contoh-contoh ekosistem
buatan.....................................................................................2
C.Kondisi yang mempengaruhi
ekosistem..........................................................................3
BAB 3 PENUTUP
A.Kesimpulan..........................................................................................................................1
B.Saran.....................................................................................................................................2
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTA
Puji dan sukur
penulis ucapkan kehadirat ALLAH SWT,yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan
mkalah ini sesuai dengan waktu yang di tetapkan dengan judul
KEANEKARAGAMAN HAYATI EKOSISTEM.
Makalah ini di ajukan untuk melengkapi persyaratan yang di berikan oleh
dosen dalam mata kuliah KD IPA 2.
Penulisan menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kelemahan
dalam penyajian materi dan sistematikanya oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan
mkalah ini.
Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Makhluk
hidup akan selalu membutuhkan makhluk hidup lain dan lingkungan hidupnya.
Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya bersifat saling
mempengaruhi atau timbal balik.Hubungan timbal balik antara unsur-unsur biotik
(produsen, konsumen, dan pengurai) dengan abiotik (cahaya, udara, air, tanah,
suhu, dan mineral) membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem.
Untuk
menjaga keseimbangan ekosisitem rantai makanan sangat berperan penting.Rantai
makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui
sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.Rantai makanan yang tidak
terputus dapat menandai keseimbangannya ekosistem.
Secara
alami, alamlah yang mengatur keseimbangan ekosistem dengan mengontrol hubungan
antara komponen biotik dan abiotik. Namun, sekarang aktivitas manusia juga
banyak yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem Lalu, bagaimana dengan
ekosistem buatan yang dibuat untuk kepentingan hidup manusia? Dan bagaimana
pula peranan manusia dalam interaksi hubungan timbal balik dari pengertian
ekosistem diatas?Makalah ini mencoba mengkaji permasalahan-permasalahan
tersebut dengan mendefinisikan ekosistem buatan beserta contoh dan komponen di
dalamnya.
B. RUMUSAN
MALASAH
Berdasarkan
judul di atas, rumusan masalah yang menjadi fokus dalam makalah ini adalah :
1.
Apa pengertian ekosistem menurut para ahli?
2.
Apakah yang dimaksud dengan ekosistem buatan?
3.
Apa saja macam-macam ekosistem buatan?
4.
Hal-hal apa yang mepengaruhi keseimbangan ekosistem?
C. TUJUAN
PENULISAN
Tujuan
penulisan makalah ini adalah menambah pengetahuan pembaca untuk
mengetahui secara jelas mengenai ekosistem buatan dan peranan manusia di
dalamnya.
Penulis
mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
D. METODE
PENULISAN
Penulis mempergunakan
metode observasi dan kepustakaan. Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini
adalah : Studi Pustaka. Dalam metode ini penulis membaca buku-buku serta
website-website yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN EKOSISTEM
Beberapa
definisi tentang ekosistem dapat diuraikan sebagai berikut :
1.
Ekosistem adalah suatu unit ekologi yang di dalamnya terdapat
hubungan antara struktur dan fungsi. Struktur yang dimaksudkan dalam definisi
ekosistem tersebut adalah berhubungan dengan keanekaragaman spesies (species
diversity).Ekosistem yang mempunyai struktur yang kompleks, memiliki
keanekaragaman spesies yang tinggi.Sedangkan istilah fungsi dalam definisi
ekosistem menurut A.G. Tansley berhubungan dengan siklus materi dan arus energi
melalui komponen komponen ekosistem.
2.
Ekosistem atau sistem ekologi adalah merupakan pertukaran
bahan-bahan antara bagian-bagian yang hidup dan yang tak hidup di dalam suatu
sistem. Ekosistem dicirikan dengan berlangsungnya pertukaran materi dan
transformasi energi yang sepenuhnya berlangsung diantara berbagai komponen
dalam sistem itu sendiri atau dengan sistem lain di luarnya.
3.
Ekosistem adalah tatanan dari satuan unsur-unsur lingkungan hidup
dan kehidupan (biotik maupun abiotik) secara utuh dan menyeluruh, yang saling
mempengaruhi dan saling tergantung satu dengan yang lainnya. Ekosistem
mengandung keanekaragaman jenis dalam suatu komunitas dengan lingkungannya yang
berfungsi sebagai suatu satuan interaksi kehidupan dalam alam (Dephut, 1997).
4.
Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya
terdapat habitat, tumbuhan, dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit
kesatuan secara utuh, sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus
materi dan aliran energi (Woodbury, 1954 dalam Setiadi, 1983).
5.
Ekosistem, yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di
dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik)
dan di antara keduanya saling memengaruhi (Odum, 1993). Ekosistem dikatakan
sebagai suatu unit fungsional dasar dalam ekologi karena merupakan satuan
terkecil yang memiliki komponen secara lengkap, memiliki relung ekologi secara
lengkap, serta terdapat proses ekologi secara lengkap, sehingga di dalam unit
ini siklus materi dan arus energi terjadi sesuai dengan kondisi ekosistemnya.
6.
Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara
segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi (UU Lingkungan Hidup
Tahun 1997).
Unsur-unsur
lingkungan hidup baik unsur biotik maupun abiotik, baik makhluk hidup maupun
benda mati, semuanya tersusun sebagai satu kesatuan dalam ekosistem yang
masing-masing tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa hidup sendiri, melainkan
saling berhubungan, saling mempengaruhi, saling berinteraksi, sehingga tidak
dapat dipisah-pisahkan.
7.
Ekosistem, yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh
hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya (Soemarwoto,
1983). Tingkatan organisasi ini dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki
komponen-komponen dengan fungsi berbeda yang terkoordinasi secara baik sehingga
masing-masing komponen terjadi hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik
terwujudkan dalam rantai makanan dan jaring makanan yang pada setiap proses ini
terjadi aliran energi dan siklus materi.
Ekosistem
dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1)
Ekosistem alami
Ekosistem
alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa adanya campur tangan
manusia. Ekosistem alami dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem darat dan
ekosistem perairan.
Contoh
ekosistem darat adalah ekosistem hutan.
Contoh
ekosistem perairan adalah ekosistem danau, ekosistem rawa dan lain sebagainya.
2)
Ekosistem Buatan
Ekosistem
buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya.http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem - cite_note-a-4 Ekosistem
buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan
didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah.
B.
CONTOH-CONTOH EKOSISTEM BUATAN
1.
Ekosistem Sawah
Sawah masuk
ke dalam ekosistem buatan karena keberadaan sawah dibuat oleh manusia sebagai
pemenuh kebutuhan hidup akan makanan. Manusia berperan penting dalam ekosistem
sawah.Baik dalam pembentukan struktur, komponen, dan pengaturan sawah.
1.1.
Komponen Ekositem Sawah
Ø
Faktor biotik dalam sawah meliputi padi (tanaman utama sawah),
tanaman sekunder, hewan, dan tanaman liar.
a.
Padi
Padi pada saat ini tersebar luas di seluruh dunia dan
tumbuh di hampir semua bagian dunia yang memiliki cukup air dan suhu udara
cukup hangat.Padi menyukai tanah yang lembab dan becek.Sejumlah ahli menduga,
padi merupakan hasil evolusi dari tanaman moyang yang hidup di rawa.
Pendapat ini
berdasar pada adanya tipe padi yang hidup di rawa-rawa (dapat ditemukan di sejumlah
tempat di Pulau Kalimantan), kebutuhan padi yang tinggi akan air pada sebagian
tahap kehidupannya, dan adanya pembuluh khusus di bagian akar padi yang
berfungsi mengalirkan udara (oksigen) ke bagian akar.
b.
Tanaman Sekunder
Di sawah yang di olah petani, sering ditemui tanaman
lain yang bermanfaat bagi petani. Sebagai contohnya tanaman pisang.Pisang
yang membutuhkan air yang cukup, baik tumbuh di lingkungan persawahan. Juga
banyak tanaman lain yang bermanfaat bagi petani.
c.
Hewan
Lingkungan sawah menjadi tempat berkumpulnya banyak
hewan.Baik yang liar ataupun peliharaan.Sebut saja burung pemakan padi,
jangkrik, keong, ikan, ular, tikus, dan lainnya.Hewan tersebut terhubung dalam
suatu rantai makanan.Tikus dan burung memakan padi.Ular berfungsi sebagai
predator dari pemangsa padi sebelum di mangsa oleh predator diatasnya ataupun
mati di urai oleh bakteri pengurai.Hewan pemakan padi ini di anggap sebagai
hewan penggangu.
Di samping
itu ada juga hewan yang memang di manfaatkan petani untuk membantu dalam
pengerjaan dan pengolahan sawah.Sebagai contoh yaitu sapi.Sapi berguna dalam
membajak sawah.Meski sekarang fungsinya telah tergantikan oleh trakor
modern.Ada juga anjing yang berguna menjaga sawah.
Hewan
lainnya yang bermanfaat yaitu hewan yang bisa di tumpang sari kan. Contohnya
ikan.Ikan yang di manfaatkan yaitu ikan yang bisa hidup di daerah lumpur.
d.
Tanaman liar
Tanaman liar umumnya adalah tanaman penggangu
padi.Kebanyakan tanaman penggangu adalah tanaman yang membutuhkan banyak air.Contohnya
rumput, ilalang, dan lainnya.
Ø
Faktor Abiotik.
Padi tentu saja membutuhkan tanah dan banyak air.Air
di alirkan dalam sistem irigasi sawah sehingga dapat mengalirinya.Di lingkungan
sawah juga terdapat batu, cahaya, sinar matahari, suhu, ketinggian, dan
lainnya.Yang kesemuanya dibutuhkan dalam ekosistem sawah.
1.2. Rantai
Makanan Pada Ekosistem Sawah
Apakah yang dimaksud dengan rantai makanan?Rantai
makanan adalah perjalanan makan dan dimakan dengan urutan tertentu antar
makhluk hidup.
1.3. Pengaruh Pestisida Terhadap Ekosistem
Penggunaan pestisida, disamping bermanfaat untuk
meningkatkan produksi pertanian tapi juga menimbulkan dampak negatif terhadap
lingkungan pertanian dan juga terhadap kesehatan manusia.
Dalam
penerapan di bidang pertanian, ternyata tidak semua pestisida mengenai
sasaran.Kurang lebih hanya 20 persen pestisida mengenai sasaran sedangkan 80
persen lainnya jatuh ke tanah.Akumulasi residu pestisida tersebut mengakibatkan
pencemaran lahan pertanian.Apabila masuk ke dalam rantai makanan, sifat beracun
bahan pestisida dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, mutasi,
bayi lahir cacat, dan sebagainya.
Pada masa sekarang ini dan masa mendatang, orang lebih
menyukai produk pertanian yang alami dan bebas dari pengaruh pestisida walaupun
produk pertanian tersebut di dapat dengan harga yang lebih mahal dari produk
pertanian yang menggunakan pestisida.
Pestisida yang paling banyak menyebabkan kerusakan
lingkungan dan mengancam kesehatan manusia adalah pestisida sintetik, yaitu
golongan organoklorin. Tingkat kerusakan yang disebabkan oleh senyawa
organoklorin lebih tinggi dibandingkan senyawa lain, karena senyawa ini peka
terhadap sinar matahari dan tidak mudah terurai.
Penyemprotan dan pengaplikasian dari bahan-bahan kimia
pertanian selalu berdampingan dengan masalah pencemaran lingkungan sejak
bahanbahan kimia tersebut dipergunakan di lingkungan.Sebagian besar bahanbahan
kimia pertanian yang disemprotkan jatuh ke tanah dan didekomposisi oleh
mikroorganisme. Sebagian menguap dan menyebar di atmosfer dimana akan diuraikan
oleh sinar ultraviolet atau diserap hujan dan jatuh ke tanah.
Pestisida bergerak dari lahan pertnaian menuju aliran
sungai dan danau yang dibawa oleh hujan atau penguapan, tertinggal atau larut
pada aliran permukaan, terdapat pada lapisan tanah dan larut bersama dengan
aliran air tanah. Penumpahan yang tidak disengaja atau membuang bahanbahan
kimia yang berlebihan pada permukaan air akan meningkatkan konsentrasi
pestisida di air. Kualitas air dipengaruhi oleh pestisida berhubungan dengan
keberadaan dan tingkat keracunannya, dimana kemampuannya untuk diangkut adalah
fungsi dari kelarutannya dan kemampuan diserap oleh partikel-partikel tanah.
2.
Ekosistem Hutan Buatan
Sebagai contoh dalam pembahasan ekosistem hutan
buatan, akan diambil hutan mangrove. Mangrove berfungsi membantu melindungi
pantai dari erosi (abrasi) oleh air laut, angin ribut, dan gelombang
laut.Mereka mencegah erosi garis pantai dengan bertindak sebagai penghalang dan
penangkap material alluvial, sehingga menstabilkan ketinggian daratan dengan
membentuk daratan baru untuk mengimbangi hilangnya sedimen.
Akar mangrove yang jalin-menjalin, beserta
pneumatofora dan batang mangrove dapat mengurangi kecepatan arus air, menangkap
sedimen untuk menjaga ketinggian daratan pantai dan mencegah siltasi pada
lingkungan laut di sekitarnya.Hutan mangrove juga berperan serupa dalam hal
pemerangkap dan penyaring sedimen dan bahan pencemar, sehingga sedimentasi dan
pencemaran di perairan pesisir jauh berkurang.Mangrove juga berperan dalam
mengatur pasokan air tawar ke sistem perairan pesisir.
Kemampuan mangrove untuk menjadi daerah penyangga
membantu mengurangi kerusakan bangunan dan jatuhnya korban jiwa pada saat badai
dan tsunami. Hasil penelitian Istiyanto et al. (2003) yang merupakan pengujian
model di laboratorium antara lain menyimpulkan bahwa rumpun bakau (Rhizophora
sp) memantulkan, meneruskan, dan menyerap energi gelombang tsunami yang
diwujudkan dalam perubahan tinggi gelombang tsunami melalui rumpun tersebut.
Di samping itu komunitas mangrove dapat mempengaruhi
daur hidrologi, dan menghambat intrusi air laut ke daratan, serta mempengaruhi
mikroklimat.Evapotranspirasi hutan bakau mampu menjaga ketembaban dan curah
hujan kawasan tersebut, sehingga keseimbangan iklim mikro terjaga.
2.1.
Komponen Hutan Mangrove Buatan
Ditinjau
dari segi komponen, hutan mangrove bisa dirincikan sebagai berikut :
a. Komponen
Biotik
Faktor biotik hutan mangrove adalah faktor hidup yang
meliputi semua makhluk hidup yang ada di hutan mangrove.Tumbuhan berperan
sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan
sebagai dekomposer.
# Produsen
Di dalam
hutan mangrove terdapat flora yang berkedudukan sebagai produsen utamanya yaitu
pohon mangrove itu sendiri.
# Konsumen Hutan Mangrove
Untuk
tingkat trofik konsumen terdapat berbagai fauna mangrove. Komunitas fauna hutan
mangrove membentuk percampuran antara 2 (dua) kelompok:
·
Kelompok fauna daratan/terestrial yang umumnya menempati
bagian atas pohon mangrove, terdiri atas: insekta, ular, primata, dan burung.
·
Kelompok fauna perairan/akuatik, terdiri atas dua tipe,
yaitu yang hidup di kolom air, terutama berbagai jenis ikan, dan udang dan yang
menempati substrat baik keras (akar dan batang pohon mangrove) maupun lunak
(lumpur), terutama kepiting, kerang, dan berbagai jenis invertebrata lainnya
# Mikroorganisme Hutan Mangrove
Organisme
pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan
yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen.Mikroorganisme yang
banyak berperan adalah bakteri dan fungi.
b. Komponen
Abiotik
Faktor
abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia, seperti
di bawah ini :
#Tanah
Tanah
mangrove merupakan tanah alluvial yang dibawa sebagai sedimen dan diendapkan
oleh sungai dan laut.Tanah ini dapat diklasifikasikan sebagai pasir (sand),
lumpur/debu halus (silt) dan lempung/tanah liat (clay).Tanah disusun oleh
ketiganya dengan komposisi berbeda-beda, sedangkan lumpur (mud) merupakan
campuran dari lumpur halus dan lempung yang keduanya kaya bahan organik
(detritus).
#Derajat Keasaman (pH)
Adanya
kalsium dari cangkang moluska dan karang lepas pantai menyebabkan air di
ekosistem mangrove bersifat alkali.Namun tanah mangrove bersifat netral hingga
sedikit asam karena aktivitas bakteri pereduksi belerang dan adanya sedimentasi
tanah lempung yang asam.
#Oksigen
Berbeda
dengan tanah kering, lumpur hampir tidak memiliki rongga udara untuk menyerap
oksigen, sehingga beberapa tumbuhan membentuk metode yang luar biasa untuk
menyerap oksigen, seperti menumbuhkan akar pasak, akar lutut, akar penyangga,
dan akar papan ke atas permukaan lumpur untuk memperolehn oksigen.
C.
KONDISI YANG MEMPENGARUHI EKOSISTEM
Pernahkah
terbayang oleh kamu, seperti apakah keadaan bumi pada masa lalu?Samakah dengan
keadaan sekarang?
Sejalan
dengan perubahan waktu, lingkungan selalu mengalami perubahan.Lingkungan
merupakan segala sesuatu yang berada di luar individu.Jika kita berada di
sekolah, maka lingkungan kita adalah segala sesuatu yang berada di
sekolah.Makhluk hidup selalu berinteraksi dengan lingkungan.Interaksi antara
makhluk hidup dan tak hidup dalam suatu tempat tertentu disebut ekosistem.
Jika suatu
lingkungan mengalami perubahan maka ekosistem yang terdapat di situ akan
mengalami perubahan juga. Perubahan lingkungan dapat terjadi secara alamiah dan
perubahan yang diakibatkan oleh kegiatan manusia.
a)
Perubahan Ekosistem secara Alamiah
Akhir-akhir
ini sering terjadi bencana alam berupa gunung meletus atau gempa
bumi.Peristiwa-peristiwa tersebut dapat menyebabkan terjadinya perubahan
ekosistem. Misalnya, di hutan sekitar Gunung Merapi di Jawa Tengah banyak
hewan, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya yang hidup di sana.
b)
Perubahan Ekosistem Akibat Perbuatan Manusia
Manusia
selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu cara untuk
memenuhi kebutuhannya, manusia memanfaatkan alam dan lingkungannya. Namun
pemanfaatannya secara berlebihan tanpa memikirkan akibatnya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang
terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh
antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
Perubahan
lingkungan dapat terjadi secara alamiah dan perubahan yang diakibatkan oleh
kegiatan manusia.
Setiap orang
harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitarnya sesuai
dengan kapasitasnya masing-masing.
B. SARAN
Pelaksanaan pembangunan sebagai kegiatan yang makin
meningkat mengandung risiko pencemaran dan perusakan lingkungan, sehingga
struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi penunjang kehidupan dapat pula
rusak karenanya. Hal semacam itu akan merupakan beban sosial, karena pada
akhirnya masyarakat dan pemerintahlah yang harus menanggung beban pemulihannya.
Terpeliharanya ekosistem yang baik dan sehat merupakan tanggungjawab yang
menuntut peran serta setiap anggota masyarakat untuk meningkatkan daya dukung
lingkungan.Oleh karena itu, pembangunan yang bijaksana harus dilandasi wawasan
lingkungan sebagai sarana untuk mencapai kesinambungan dan menjadi jaminan bagi
kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.
DAFTAR PUSATAKA
Ø http://biologyyekosistem.wordpress.com/ekosistem/ekosistem-buatan/#respond
Øhttp://blog.umy.ac.id/agusbangka/2011/12/19/perbedaan-ekosistem-padang-rumputperkebunan-sawitdan-pekarangan/
diunggah 19 Desember 2011
Ø
http://www.unjabisnis.net/ekosistem-dan-macam-macam-ekosistem.html
Ø
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem#Buatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar